
Letak Dipersimpangan Strategis Kota Kediri
Ya,
Monument Kediri yang bentuknya menyerupai L’arch D’ Triomphe yang ada di
Perancis tersebut berdiri megah di tengah – tengah persimpangan Lima Gumul –
Kediri yang menjadi tiang pancang pengembangan kawasan Simpang Lima Gumul
menjadi kawasan kota baru di Kabupaten Kediri. Bedanya, Monumen ini memiliki
spirit berdirinya Kabupaten Kediri sehingga monument ini di posisikan tepat di
tengah jalur lima jalan arah Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.
Kawasan ini juga tak pernah sepi pengunjung di malam hari dengan bersantai di area monument ataupun menikmati kuliner tradisional yang berjualan di pedagang kaki lima yang berjejer di area Pasar Tugu. Pada hari sabtu dan mnggu pagi kawasan ini ramai oleh pengunjung yang berolaraga jogging track, rekreasi bersama keluarga, dan juga menikmati ramainya pasar sabtu Minggu (Tugu). Perancangan ke depan, kawasan ini akan dilengkapi hotel, mall, pertokoan, pusat grosir, dan pusat produk – produk unggulan dan cinderamata. Sedangkan area monument segera digunakan sebagai mini market, gedung pertemuan cafeteria, dan pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan.
Disisi
monument Kediri terpahat relief –relief tentang sejarah Kediri hingga kesenian
dan kebudayaan yang ada sekarang. Angka luas dan tinggi monument juga
mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, 25 maret 804
Masehi.
Secara
fisik, monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas bangunan 37 hektar secara
keseluruhan, dengan luas bangunan 804 meter persegi dan tinggi mencapai 25
meter yang terdiri dari 6 lantai, serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari
lantai dasar. Angka luas dan tinggi monumen tersebut mencerminkan tanggal,
bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, yaitu 25 maret 804
Masehi. Pembangunan monumen ini telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 300
milyar.
Di sisi monumen terpahat relief–relief yang menggambarkan tentang sejarah Kediri hingga kesenian dan kebudayaan yang ada saat ini. Di salah satu sudut monumen terdapat sebuah arca (patung) Ganesha, salah satu dewa yang banyak dipuja oleh umat Hindu dengan gelar sebagai Dewa Pengetahuan dan Kecerdasan, Dewa Pelindung, Dewa Penolak Bala dan Dewa Kebijaksanaan.
Di dalam bangunan monumen terdapat ruang-ruang untuk pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), ruang serba guna di ruang bawah tanah (basement), diorama di lantai atas, dan minimarket yang menjual berbagai souvenir di lantai bawah. Bangunan ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah untuk menuju monumen.
Daya Tarik Monumen Simpang Lima Gumul
Sebagai
obyek wisata Kabupaten Kediri yang saat ini masih dalam proses penyelesaian
pembangunan. Daya tarik yang diberikan antara lain:
1. Desain dan arsitektur dirancang hampir
menyerupai Arch D’Triomphe Perancis, namun lebih ditonjolkan ke seni budaya
Kabupaten Kediri
2. Diorama tentang sejarah Kediri di dalam gedung
3. Tinggi monumen 28 m, 8 lantai
4. Tiga jalan terowongan bawah tanah untuk menuju
ke monumen
5. Posisi tepat di tengah simpang lima dan di
pusat perdagangan Kabupaten Kediri
6. Wisatawan dapat mencapai anjungan untuk
melihat keindahan Kediri dari atas monumen
7. Pelayanan Pusat Informasi Pariwisata dan
Potensi Kabupaten Kediri
8. Disediakan mini market, cafetaria, dan toko
beragam souvenir khas Kediri
9. Wisata dengan spot foto unik
Ruang
Terbuka Hijau
Kemegahan Monumen Simpang Lima Gumul diperkaya dengan lingkungan sekitarnya. Bangunan berwarna cokelat muda itu dipadukan dengan halaman yang begitu hijau. Di sekeliling monumen, tumbuh rumput – rumput yang terawat dengan sangat baik dan rapi. Keberadaan rerumputan hijau ini semakin memperkaya keindahan pemandangan Monumen SLG.
Tidak hanya itu, di tiap tepi area monumen terdapat deretan
pohon palem. Pepohonan ini pun turut menjadi pelengkap keindahan Monumen SLG.
Sore hari adalah waktu favorit pengunjung menghabiskan waktu di Monumen SLG.
Hal ini terbukti dengan ramainya area monumen setiap sore hari.
Lain halnya dengan pengunjung remaja yang memilih malam hari sebagai waktu berkunjung di Monumen SLG. Karena di malam hari, pengunjung dapat menyaksikan keindahan lampu sorot di persimpangan ini. Sangat artistik dan indah apalagi dapat diabadikan dalam foto.
Tiket Masuk Dan Jam Operasional SLG
Untuk menikmati megahnya
Monumen Gumul, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Namun, pengunjung harus
membayar biaya parkir sesuai dengan kendaraan yang dikendarai yaitu sepeda
motor Rp. 2000,- sedangkan mobil Rp. 5000,-
Bisa dibilang jam operasional siang malam 24 jam karena untuk menikmati objek wisata ini, pengunjung dapat datang kapan saja. Pagi menikmati indahnya pemandangan sekitar, atau sore sambil menyaksikan matahari terbenam. Tak sedikit pengunjung yang datang di malam hari untuk menikmati kerlap-kerlip lampu Kota Kediri.





